 |
| Sedang Membaca Fordisastra |
There are currently, 4 guest(s) and 0 member(s) that are online.
You are Anonymous user. You can register for free by clicking here |
|
 |
|
|
 |
Antara Kemayaan dan Kenyataan
Selamat datang kawan.
Pada
22 November 2005 didirikan situs fordisastra.com, yang bercita-cita menjadi
ajang kreasi para penggiat sastra di seluruh nusantara. Pengelola situs ini berharap
fordisastra.com dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan sastra di jagad
maya, nusantara dan dunia, dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk
mengembangkan karya sastra melalui media internet. Media internet dipilih sebagai ajang kreasi bukan
berarti para pengelola menafikan media-media lain di luar itu, seperti buku,
majalah, koran, pementasan dll. Ke depan
fordisastra.com, jika memungkinkan, akan membuat sebuah penerbitan buku,
majalah, koran atau mengadakan pementasan-pementasan yang lebih fisik sifatnya
dibanding perjumpaan-perjumpaan di dunia maya melalui media internet ini saja.
Setelah
sukses mengadakan lomba penulisan puisi pada Ulang Tahun pertamanya tahun 2006
lalu, kini di usianya yang menanjak dua tahun,
fordisastra.com. meluncurkan sebuah antologi puisi berjudul Kemayaan dan Kenyataan dalam format dokumen
elektronik pdf.
Silakan didownload
Redaksi Fordisastra.com Nanang Suryadi - Dino F Umahuk - Hasan Aspahani
|

Reads: 41 |
Prim, Puisi Kita Belum Selesai Posted by redaksi-2 on Wednesday, July 09 @ 05:42:37 UTC
fickarl writes "Dedicated to: Prima C
Belum penuh tumbuh sayap camar Tapi senja masih tetap terlihat indah menikam detik silam yang sangar Dan seulas senyummu telah membuat aku tergelepar Telah kucoba bicara bersama puisi yang menjadi bunga Untuk yakinkanmu bahwa keindahan bukan sajak dusta Ia akan merasuk penuh menjadi nyawa
"
(Read More... Puisi | 781 bytes more | Score: 3) |

Reads: 34 |
Menjemput Galau Posted by redaksi-2 on Tuesday, July 08 @ 05:51:22 UTC
Sajak: Dino Umahuk
Selain pelaut siapa lagi yang terbiasa memamah rindu
Lautan dan pulau seolah hantu yang memburu di gelap malam
Bulan dan tahun terlewati dalam kehampaan terasa buram
Pada tiap-tiap persingahan hanya ada keliaran mencari pelukan
Pada perempuan malam dan kuda liar di hitamnya ranjang
Selain pelaut siapa lagi yang terbiasa melempar rindu
Pada dinding-dinding sepi bermodal potret kekasih
Apakah yang dibayangkan selain merapatkan diri
Pada pelabuhan yang sudah lama di tinggal pergi
Dalam pelukan sang perempuan mencari rembulan
Suatu hari nanti aku akan menciummu sepenuh rindu
Kuraba perempuan kayalan dalam angan, hanya dinding kapal
Ruang kosong dan langit-langit palka seolah berseru, mati kau
Sisa bacardi masih cukup membawa kemabukan
Berlayarlah aku ke pelabuhan khayalan menjemput galau
Banda Aceh, 08 Juli 2008
Dino Umahuk: metafora birahi laut
www.birahilaut.multiply.com
(Read More... Puisi | Score: 0) |

Reads: 44 |
Aku Di Sini Tuan Dalam Kepayahan Posted by redaksi-2 on Sunday, July 06 @ 09:51:12 UTC
Sajak: Dino Umahuk
Aku di sini Tuan
dalam kepayahan
Kemarin lusa
terhempas badai hampir lunglai
Sakit mengurung
hingga dasar pelataran
Di palka-palka
tulang rusuk terasa remuk teramuk radang
Lambung dan
paru-paru terasa sangsai
Satu dua nafas
tak bisa menghela ke palabuhan
Ini perahu hampir
saja karam
Aku di sini Tuan
dalam kemalangan
Kemarin lusa
badai melemparku ke tebing karang
Semakin rapuh
terburu umur, terasa dekat ke liang kubur
Di kabin perahu
nasib baik tak sempat untuk diukur
Huruf-huruf
seperti tergulung entah di geladak entah di buritan
Satu dua nafas
terasa berat untuk dihela
Ini nasib hampir
saja selesai
Banda Aceh, 6 Juli 2008
(Read More... Puisi | Score: 0) |

Reads: 42 |
Berjodoh Kemiskinan Posted by redaksi-2 on Sunday, July 06 @ 09:49:05 UTC
fitrahanugrah writes "Berjodoh Kekeringan Kunikahi alangalang kering dan debu setubuhi aku pada setiap erangan
Diri terlempar setiap angin mengayunkan kerinduan, menghujamkan beribu
dendam. hingga terkubur dalam kubang yang sudah disiapkan di akhir
jalankuBekasi,
01 juli 2008
Nikah Jalanan Denyut rindu ini berpacu lewati jalan macet dan bising kota membuat kuingin menumpahkan seluruh nafsuku pada bibir indahmu.Kurasa
mata ini semakin silau pada panas aspal dan kacakaca gedung lalu kepala
semakin meradang,memusing,dan aku hanya bisa mengerang atas rasa sakit
yang telah kau beri.Oh aku telah basah...Telah kumuncratkan
sejuta rasa ini,membanjiri jalanan kota yang semakin sempit.Meleleh
perlahan entah lenyap kemana?Namun kudengar engkau mengucapkan terima kasih atas hadirku di kotamu.
Bekasi, 1 juli 2008 "
(Read More... Puisi | Score: 0) |

Reads: 63 |
aris 3 Posted by redaksi-2 on Friday, July 04 @ 05:59:42 UTC
lailasayang writes "aku ingin memanjamu dengan manis bagai madu di cawan kemesraan aku mau mendambamu dengan jernih seperti pualam aku ada bersama desau angin, cericit burung malam manjakan lagi kekasih merpati bagai bulan berteduh di bayangan matamu... "
(Read More... Puisi | Score: 0) |
| | |
|
| Kategori Artikel |
| There isn't content right now for this block. |
| Login |
| Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name. |
| Artikel Terhangat |
| There isn't a Biggest Story for Today, yet. |
| Apresiasi Karya |
| There isn't content right now for this block. |
|
|