 |
| Sedang Membaca Fordisastra |
There are currently, 9 guest(s) and 0 member(s) that are online.
You are Anonymous user. You can register for free by clicking here |
|
 |
|
|
 |
Call Divert

Posted on Thursday, March 11 @ 03:55:54 EST by redaksi
fitrahanugrah writes "Sayup-sayup lagu Mahadewi terdengar dari MP3 player di HP milik Rido. Dia pun terhanyut dalam lirik-lirik yang dibawakan Padi, "Hamparan langit maha sempurna.Bertahta bintang-bintang angkasa.Namun satu bintang yang bersinar teruntai turun menyapaku....".
Malam itu Rido sambil tiduran di ranjang kamarnya membayangkan wajah
kekasihnya yang jauh di kota seberang. Malam itu Rido sedang menunggu
SMS dari kekasihnya, Ajeng. Kekasih yang baru dikenalnya beberapa bulan
dari sebuah situs pertemanan di internet. Malam itu Rido sangat
merindukan kehadirannya lalu memberinya kata-kata cintanya. Rido
mengingat kata-kata cinta dari kekasihnya yang selau fresh dan membuat
dia terhanyut untuk memberi balasan lebih lanjut."Oh Mahadewi sudilah
turun ke bumiku..."harapnya. "Kling..." bunyi SMS masuk
di HPnya. "Oh dari Ajeng." Rido pun membuka pesan inbox. "Siapa yg td
angkat telpon?" Kata-kata SMS dari Ajeng terbaca dan dibaca Rido
berulang kali. "What's up! Ada apa ini kok sampai Ajeng menulis SMS seperti ini? Apa ga salah?".
"Kling..." Belum sempat Rido me-reply SMS itu sebuah SMS dari
Ajeng masuk lagi."Siapa perempuan yg memaki aku tadi? kalo mas ga mau
ngaku....jgn pernah berharap aku masih mau kenal kamu!"."Hah...What's
wrong? Salah apa aku ini? Oh no. Jangan biarkan ini berlanjut." Rido
segera bngkit dari ranjangnya lalu mengambil segelas air putih dan
meminumnya. Setelah ityu diambilnya sebatang rokok mild dan
menyalakannya lalu menghisap dalam-dalam serta mengepulkan asapnya
dengan keras. Dia membaca-baca lagi SMS dari
kekasihnya,mengulang-ulang,memahami setiap kata sambil berfikir kenapa
sampai kekasihnya mengirimkan SMS seperti itu."hmmm...gak ada badai,ga
ada mendung,kok tiba-tiba hujan deras? oh..." Segera
Rido menuliskan kata-kata untuk membalas SMS dari kekasihnya. "Ada apa
dgnmu sayang. Perempuan siapa lagi? Dr td HP masih mas pegang?". SMS
balasan pun terkirim ke nomer HP Ajeng. Sedikit lega namun sedikit
penasaran,cemas, dan kuatir, begitu mungkin yang ada dalam benak Rido.
"Semoga keadaan bisa baik-baik saja" harapnya.
"Kriiiiing...Kring......" Nada ringtone HP Rido berbunyi segera dia
menghidupkan. "Halo. Sayang ada apa ini?" sapanya sekaligus bertanya. "Tadi suara siapa Mas?" tanya Ajeng menyelidiki di speaker HP Rido.
"Suara siapa lagi sayang. Khan ini suaraku sendiri. Emang Ajeng
dengar suara apa?" jawab Rido dengan sedikit bingung dan heran dengan
pertanyaan Ajeng. "Haaa...sudahlah kalo ga mau ngaku!" Ajeng pun langsung menutup HPnya tanpa beri kesempatan Rido menjawab. "Ajeng...jeng, Ngapain kamu tutup!"Tapi sia-sia Rido berteriak karena pembicaraan ini sudah ditutup sama Ajeng.
Rido menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Suara derit ranjang
kayunya keras terdengar karena beban tubuh Rido yang gemuk. Rido
menghempaskan segala kebingungan, kegelisahan yang mendera hatinya.
Hanya itu cara yang bisa ia lakukan sambil mencari jawab serta menunggu
Ajeng mengirimkan SMS lagi. HPnya ia genggam erat di atas dadanya
sementara matanya menerawang ke langit-langit kamrnya sedang tangan
sebelahnya masih memegang rokok. "Baru pertama kali aku mendapat
peristiwa seperti ini. Apa yang telah kulakukan? Salah apa aku? dan
wanita yang di HPku siapa? Masak ada setan nyasar? "pikir Rido.
Tiba-tiba dia teringat setting-an HPnya. Segera dia
mengotak-atik HPnya, melihat setting panggilan di HPnya dan melihat
setting call divert. "Oh ternyata ini setannya. HPku ku-divert ke no HP
tanteku. Juga tadi khan layanan jaringan operator di HP-ku sempat
hilang? Mungkin sewaktu Ajeng nelpon ke HP-ku setelah ku transfer pulsa
tiba-tiba jaringan di HP-ku yang out of date mati. Terus tentu saja
ter-divert ke HP tanteku dan tentu saja Ajeng cemburu mendengar suara
tanteku. Oh aku menemukan jawabnya". Wajah Rido kembali sumringah n
tersenyum. Ia bangun kembali dari ranjangnya dan nelpon ke nomer HP
tantenya, tante Indah. "Bulik (jawa : Tante) tadi ada nggak cewek yang ngebel ke HP bulik?" tanya Rido penasaran.
"Iya...Do. Setengah jam yang lalu ada yang ngebel ke HP-ku tapi
waktu kutanya kok ga ada jawaban dan posisi HP nya ga mati" jelas
tantenya. "Terus bulik?!" tanya Rido yang makin penasaran.
"Karena ga jawab juga ya kuomelin aza. Aku bilang, ini orang atau
bukan sih. kalo orang pasti jawab, Kok ga jawab-jawab sih. Ganggu aza,
gitu omelanku tadi Do" terang tantenya lebih lanjut.
"Bulik tahu nggak yang ngebel bulik tadi tuh pacarku dari kota
seberang. Dia tadi kirim SMS serta ngebel marah-marah ke aku, katanya
ada suara seorang perempuan yang memaki dia di HP-ku" jelasku
menerangkan tentang keadaan itu. "Aku ya gak tahu kalo itu pacarmu. Wong dia gak perkenalkan diri. Juga salahmu sendiri kenapa pengalihan (Call Divert) mu kamu aktifkan. Syukur...Rasain loh. Salah kamu sendiri" jawab tante indah sambil tertawa buat mengelak kesalahan dia.
"Aduh gimana bulik. Gara-gara bulik aku bisa putus sama
pacarku. Bulik khan tahu sendiri aku baru saja berkenalan sama dia dan
belum sempat ketemuan sama dia. Kok sudah putus gara-gara ini" jawabku
setengah memarahi tanteku. "Hehehe....lucu kamu sama
pacarmu. Tuh pacarmu ngapain ga jawab pertanyaanku serta kamu ngapain
HP dialihkan ke nomerku...hehehe" sambut bulikku yangf setengah tertawa
dari balik speakernya. "Namanya juga wanita, bulik.
Tiba-tiba ngebel ke nomer HP lakinya lalu yang menerima seorang wanita
ya tentu saja marah dan cemburu. Apalagi bulik berkata seperti itu
kepada pacarku tentu saja dia tersinggung" nada bicara Rido mulai turun
dan seperti mau menangis. "Ponakanku sayang jangan
nangis ya gara-gara tadi....bilang saja ke pacarmu kalo itu tadi
bulikmu yang juga pingin kenalan sama pacarmu. BIlangin juga bulikmu
minta maaf. Besok pagi kamu main kemari kita ngebel ke HP pacarmu dan
jelasin. Gitu aza sayang" ga tahan juga ternyata tante indah mendengar
kata-kata dari keponakannya. "Ga semudah itu,
bulik...hiks. Dia sudah ngebel dan ngirim SDMS yang mau menyatakan
putus sama aku......hiks. Ya sudah, bulik. Yang terjadi biarlah
terjadi, apa kata nanti saja. HP-nya saya matikan ya bulik. Selamat
malam" Rido pun mematikan HPnya. Dia pun kembali ke ranjangnya dan
duduk di pinggirnya. Diambilnya segelas air putih di meja samping
ranjangnya dan meminumnya. Lalu dia ambil lagi sebatang rokok dari
bungkusnya kembali ia nyalakan lagi, menghisap dalam-dalam lalu
mengepulkannya ke atas. Kembali dia membuka pesan-pesan
dalam HP-nya. "Aku harus berani menjelaskan siapa perempuan yang
ditanya Ajeng serta meminta maaf atas kesalahanku"pikir Rido buat
mencari jalan keluar pikirannya yang ruwet. Rido pun mulai menuliskan
pesan-pesan dalam HP-nya buat dikirim ke Ajeng, entah dibaca atau tidak
apalagi di-del...bodoh amat yang penting aku telah menerangkan,
pikirnya pula. "Ajeng, sblmnya maafkan aku.Divert di hp
ku kuaktifkan dan terdivert ke no hp tanteku.Perempuan yg td mjwab
panggilanmu adlh tanteku.maafin tanteku ya.td jaringannya jg
error.Ajeng bgaimana bs dimengerti?" pesan dari hp Rido pun dikirim ke
HP Ajeng. "Kling.." suara SMS masuk dalam HP Rido. "Ah
sudahlah ribet!Aku ngerasa mkn g kenal kamu.Aku ga akan pernah telpon
ato sms kamu lagi.Terserah kamu mau blg aku.....Aku pernah alami
kejadian sama" balas ASjeng yang me-reply SMS dari Rido.
"Tp itu khan tanteku,bkn cew lain.Dia ga th kalo itu km.km jg ga
ngomong k tanteku kalo km pacarku.Besok aku sm tanteku mau ngebel ke
kamu.Maafku tanteku yg ngomelin km.jg maafkan aku ya sayang.Tak ada
perempuan di hatiku selain kamu" balas rido dalam SMS yang dikirimkan
ke Ajeng. "Sia-siakamu n tantemu ngebel ke aku.Ga akan
kuangkat aplgi kujwb.Sudahlah jgn ganggu aku lg.Anggap sj aku ga ada n
aku anggap ga kenal kamu.Sorry ganggu kamu?Saya slh sambung.Maaf...."
balas dia segera. Wow semakin hancur hati Rido,
semakin sakit, pedih, dan perih membaca SMS dari kekasihnya. Tubuhnya
dihempas ke ranjang dengan keras lalu menutupi wajahnya dengan bantal.
Dia pingin menangis, dia ga tahu harus bagaimana, kejadian semalam yang
sekilas membuat dia rapuh dan jatuh. "Haruskah aku menerima kenyataan
pahit yang tak pernah ku alami sebelumnya. Secepat itu aku harus
berpisah dengan Ajeng hanya gara-gara kejadian sepele. Gara-gara aku
aktifkan call divert dan gara-gara jaringan operator mati....oh Tuhan"
Rido pun merintih merasakan betapa sakitnya perasaan diputus sama
kekasihnya. "Oh My God. What can i do for it? I'm lie, i'm creep, my
heart will go on" entah apa yang diomongkan Rido. Rido pun memutar MP3
player di HP nya lagu Padi, "Aku tak bisa luluhkan hatimu dan aku pun tak bisa raih cintamu........".
Malam semakin larut, bulan sepertinya sudah capai bersinar
terang lagi, dan angin malam sepertinya mengabarkan kabar kegelapan.
Malam yang sangat mengiris hati Rido, malam yang sunyi, dan malam yang
membuat Rido bertanya tentang adanya cinta yang tersisa untuknya di
esok hari. Rido pun semakin tenggelam dalam hiruk-pikuk kesedihan
hingga seakan dia tak menemukan jalan kembali, jalan untuk mendapatkan
jawaban, dan pencerahan atas badai yang di alaminya. Dia
pun mengenang saat pertama kali berkenalan dengannya dari sebuah situs
pertemanan di internet. Kemudian berlanjut dengan tukar menukar no HP.
Perkenalan yang tak bertepuk sebelah tangan, dan akhirnya Rido pun
jadian sama Ajeng. Setelah saling curhat, saling mengatakan kelebihan
dan kekurangan masing, setelah mengetahui siapa dirinya masing-masing.
Segala kekurangan pada diri Ajeng diterima oleh Rido dan bukan jadi
hambatan bagi Rido untuk mencintai dan bersama dia. Rido memang seorang
bujangan yang telah lama mendamba cinta dari seorang wanita dan
menginginkan sebuah pernikahan untuk menerjemahkan dari cinta itu. Rido
dan Ajeng pun berharap mereka dapat menikah kelak bila masalah
masing-masing sudah beres. Kata-kata cinta, sayang,
kangen, rindu dan kata-kata cinta yang lain selalu menghiasi SMS di HP
mereka. Mereka telah di mabuk cinta saat itu dan mereka telah berlayar
terlalu jauh di tengah samudra meski saat itu mereka hanya berhubungan
via HP dan dunia maya. Walaupun hanya lewat dunia maya dan HP.Mereka
pun tak pernah bertemu ataupun kopi darat namun kata-kata dalam pesan
di SMS seolah-olah mereka adalah sepasang 'suami-istri'. Seorang sopir
angkutan kota yang bertemu dengan aktivis LSM dalam dunia maya,
pertemuan yang tak masuk diakal tapi begitulah adanya, begitu mengalir
hingga menuju samudra cinta yang teramat luas. Terasa begitu indah
cinta mereka hingga terlupakan waktu dan keadaan.
"Tuhan, Engkau menjadi saksi antara aku dan dia meskipun kami hanya
berhubungan lewat dunia maya. Aku pernah berkata kalau aku cinta sama
dia dan akan menikahi dia kalau memang Engkau berkenan serta berjanji
takkan selingkuh,berkhianat padanya, tak akan meninggalkan dia. Aku pun
bersedia bertanggung jawab buat kehidupan dia, berkorban untuknya, dan
berjanji untuk berikan kebahagiaan lahir batin. Aku pun menerima dia
apa adanya meskipun dia dulunya adalah seorang *****. Tuhan apakh aku
salah? Hingga semua harus berakhir begitu cepat hanya karena sebab yang
sepele saja?" rintih Rido di tengah malam ketika dia merenungkan
nasibnya yang akan ditinggal Ajeng. "Tuhan maafkan aku
bila aku salah telah meretakkan gelas yang kau beri. Aku hanya manusia
biasa yang kadang khilaf. Tapi Engkaulah Tuhan yang pemberi maaf dan
pemilik cinta kasih. Bilamana kau beri aku kesempatan lagi untuk
bersama dia, aku akan perbaiki lagi yang telah repat lalu merawat dan
selalu menjaganya hingga saatnya harus kukembalikan lagi padaMu. Bila
memang gelas yang retak dan pecah itu pertanda bahwa aku ga layak
bersama dia, maka berilah aku gelas yang terbaik niscaya aku rawat
kembali gelas itu biar tidak retak seperti gelas yang dulu. Tuhan aku
pasrah dan menerima segala keputusan serta kehendakmu terhadapku".
Malam mulai menunjukkan kepekatannya, sepi hiruk pikuk tetangga kamar
rido sudah tak ada lagi. Tertidur pulas dalam mimpi masing-masing.
Namun Rido dalam kamarnya tak bisa pejamkan mata, teruruk sendiri dalam
kegalauan, kesedihan dan menanti beribu jawaban agar bisa tidur tenang
serta siap menghadapi pagi. Rido mengenggam HP erat-erat seakan-akan
hidupnya hanya bertumpu pada HP-nya itu. Sesekali memandang HP-nya dan
membaca-baca SMS yang masuk. "Kling..." SMS masuk. Rido
terperanjat dan senyum bukan karena bunyi HP itu tapi ternyata Ajeng
mengirimkan SMS. "Belum tidur juga nih kekasihku. Lalu mengapa dia
kirim SMS kalo dia gak mau lagi kirim pesan atau nelpon. Oh ternyata
dia masih...Ah sudahlah ga usah kupikirin biar masih cinta kek atau
benci. Biar aza HP-ku dihujani beribu SMS darinya" kata Rido dalam
dirinya. "Aku mematung sekian saat. lalu airmata ini
tak mampu kucegah. Sakit dan jera kembali teriris. Aku ingin menyesal
mengenalmu. Tapi aku sayang kamu. Kubenci rasa sayang itu. Aku hanya
menyesali diri. Menyesal saat aku nyatakan sayang padamu. Andai aku lbh
tegar dan mampu menahan rasa itu. Maafkan" sebuah SMS dari Ajeng pun
dibuka dan dibaca oleh Rido dengan seksama. Dia seperti merasakan apa
yang dirasakan oleh Ajeng saat itu. "Aku tlah bersalah. Aku membuat
kekasihku menangis...hiks. Maafkan aku sayang". "Pedih n
perih kucoba kuatkan hati tuk kembali menyayangi seseorang. Ribuan kali
hatiku gamang.Namun kucoba kumenahan.Rupanya diapun tak mau menjaga
hati n jiwa itu" semakin terpuruk hati Rido semakin terhempas segala
perasaan dan semangatnya. Ingin rasanya Rido berteriak tapi ga enak
sama tetangga kamarnya, dia hanya berteriak dalam hatinya yang sudah
mulai sunyi ketika kekasihnya mau pergi dari hatinya. "Mengapa ini
harus terjadi. Mengapa kau lakukan ini sayang. Aku masih cinta dan
sayang padamu. Aku tak ingin kau pergi" teriak Rido dalam kesunyian
hatinya ini. "Maafkan. Aku takut. Dan aku ga mau
alami lg yg keduakali" SMS kedua dari Ajeng muncul di layar HP Rido.
Pedih rasanya hati Rido membaca SMS-SmS dari kekasihnya. Dia merasa
bersalah dan dia gak mau kehilangan kekasihnya. Namun semangat Rido
telah lunglai, semakin terpuruk. Dia mencoba bangkit dari ranjangnya
meraih segelas air di meja samping ranjangnya. Lalu seperti biasa dia
mengambil sebatang rokok mild, dinyalakan, dihisap dalam-dalam lalu ia
mengepulkan. Terasa cepat dia merokok begitulah Rido bila menghadapi
masalah yang sulit terpecahkan...mencari ide,jawaban, dan inspirasi
dalam hisapan rokoknya, pada asap rokok yang melayang-layang di udara
"Memang aku terpisah jarak n keadaan dgn kamu.Dan aku dpt rasakan
hancur n sakitnya ht mu menerima kejadian itu. Wanita yg sdh serahkan
segala cinta n dirinya k pada seorang lelaki kemudian tiba-tiba ada
seorang wanita lain. Tp itu khan hanya tanteku bukan orang lain..kenapa
engkau bisa marah dan emosi bgt? n ini gara2 call divert kuaktifkan
serta gr2 jaringannya mati....Kenapa kau bisa marah, mbenciku, n
menyatakan akan meninggalkan aku" Tulis Rido dalam pesan balasan kepada
Ajeng. "Aku ga butuh pngertian n penjlsanmu.sdh jelas bagiku" Ajeng pun membalas SMS dari Rido.
" "Maafkan aku" mungkin itu kt terakhir dariku sblum kau tinggalkan
aku.Cukup kau tahu rasa sayang n cinta d hati ini padamu masih
ada.Meski kau menafikan kini.Smua trserah km.Yg penting sblum kau
pergi, aku tlah mohon maaf padamu."Maafkan aku" itu kata terakhir
dariku di mlm ini" Rido pun akhirnya memutuskan sesuatu. Dia sudah siap
bilamana malam ini atau esok hari kekasihnya, Ajeng meninggalkan
dirinya.Hingga dengan setengah emosional dia pun mengirimkan SMS kepada
Ajeng, mungkin ini SMS terakhir, pikirnya.
"Sejak mula kukatakan padamu bahwa aku masih dan
semakin rapuh krn banyak hal yg kualami.Tak kusalahkan kamu atas
apapun. Akulah yang salah dan lemah...." Ajeng pun membalas SMS-nya.
"Maksudmu. Aku cm ngomong "Maafkan aku" itu kt terkhir
dariku.Slanjutnya terserah kamu apakah mau mnerima aku kembali di
hatimu atau membuang aku n aku kembali seperti dulu sebelum mengenalmu"
Rido semakin bingun dengan jawaban SMS dari ajeng. "Hmhmhm....apasih
maksud Ajeng?" pikirnya. "Sudah kukatakan aku tak
menyalahkan kamu.Aku hanya tak ingin sakit lagi.Dan sekarang ditambah
lagi mampukah aku hadapi keluarga besarmu.Sebelumnya aku gaga!!"
"Maksudmu apa? aku *****a bilang"maafkan aku" kok arahna ke kelga
besarku?" tanya Rido dalam SMS yang terkirim ke Ajeng. Semakin bingung
saja Rido dibuat dengan SMS dari Ajeng. "Maksudku jk
benar itu tantemu. Aku takkan sanggup menghadapi. Hubunganku dgn
keluarga mantan suamiku saja sgt buruk.Akulah yg mungkin bermasalah"
jawab Ajeng yang menjelaskan kebingungan pikiran Rido.
"Ajeng tanteku yg td ga ada hub darah dgnku n bkn bagian klga bsrku.Dia
kuanggap 'orangtua' selama aku bekerja n tinggal d kota ini.Aku jg sdh
bercerita ttg kamu pd tanteku sblmnya n dia oke2 sj malah pingin aku
cpt nglamar n nikah dgn kamu.Td mlm dia gak tahu kl yg ngebel km n dia
kesal kok nelon ga dibalas2.Krna kesal dia ngomel n maki2 orang yg
ditelpon itu.Coba kamu jelaskan siapa dirimu n cari siapa?" kembali
Rido jelaskan lagi duduk persoalan kejadian itukepada Ajeng untuk
kesekian kali buat meluluhkan hati Ajeng. "Ajeng
smuanya krn kesalahpahaman sj dan emosi sesaat yg kuasai hati kita.Tak
ada yg salah kamu,aku,n tanteku jg."Maafkan aku" mas brjanji akan non
aktifkan calldivertnya, kurasa dah ganggu mas.Td ibuku ngebel juga
beralih ke telp tanteku n ibuku n tanteku dah ngerti kok kalo itu call
divert. km dah ngerti penjelasan ini? Bgaimana masih mau memaafkan
aku?" entah kenapa tiba-tiba Rido seperti punya keberanian untuk
jelaskan perkaranya kepada Ajeng. Ajeng pun sepertinya tak bisa
membalas hanya menunggu dan berfikir apa SMS selanjutnya.
"Ajeng ssungguhnya aku masih cintai n sayang kamu.Aku pun slalu
rindukan kamu n mnerima dirimu apa adanya.Sprti janjiku aku takkan
tinggalkan kamu apalgi selingkuh,mendua,atau berkhianat.Tak ada dlm
pikiran mas. Kamu tahu yg ada dlm fokus hidup mas adlh menikah
dgnmu,memikirkan bgaimana caranya bs menikah dgnmu,hidup bersama n
bhgia sperti yg mas katakan sblmnya. tp skrg kamu mau tinggalkan aku,
putuskan aku n mau buang aku dari hatimu. It's ok.semua keptsan
terserah kamu.Kamu brhak putuskan kok" akhirnya Rido berhasil
mendapatkan kembali kekuatan untuk memberikan sikap kepada Ajeng. Rido
gak mau terlarut-larut dengan keadaan seperti ini apalagi malam
menginjak pagi. Dia pun harus kerja esok harinya.
"Ajeng kutunggu keputusanmu malam ini atau paling lambat esok hari.
"Apakah aku selalu ada dlm hatimu untuk saat ini dan saat selanjutnya?
Apakah engkau masih mecintai, menyayangi, n menerima aku ?" kutunggu
jwbanmu malam ini n pling lambat esok pagi. Bila kau diam n tak
menjawab berarti kau putuskan tuk tinggalkan aku. Aku pun akan pergi dr
mu biarlah aku cari hati yg lain.Aku akan lupakan kamu,hapus ingatan
ttgmu dr pikiranmu,anggap aku tak ada n aku anggap kamu jg tak ada.ok
kutunggu jawabanmu" SMS terakhir dari Rido mungkin karena dia sudah
mulai lelah buat memikirkan kejadian ini. Rido hanya ingin keputusan
pasti dari Ajeng. "Yang terjadi biarlah terjadi dan esok aku harus
kerja lagi" kata Rido dalam hati lalu dia pun mencoba untuk pejamkan
mata dan tidur, namun dia masih hidupkan HP-nya sambil di-charge. "Kling..." SMS dari Ajeng masuk dan dengan setengah mata terpejam Rido membaca SMS itu.
"Iya" Ajeng hanya menuliskan pesan teramat pendek untuk menjawab
pertanyaan Rido.rido seakan ga percaya lalu membuka keduamatanya dan
tersenyum bahagia. "Terima kasih kau telah membuat
keputusan.Dan keputusan ini kupegang terus. Skr dah malam kita tidur
ya..esok hari kita berbuat yg lebih baik dr hr ini.Selamat malam" Rido
me-reply SMS dari Ajeng dengan perasaan berbunga-bunga.
"Selamat malam. Aku kangen cintamu..." ternyata Ajeng juga membalas SMS
dari Rido. Tapi Rido sudah tertidur dalam mimpinya. Mungkin bermimpi
bersama Ajeng di tempat terindah. *************************************
Satu tahun kemudian di dalam sebuah rumah di pinggiran kota B.
"Kling..." sebuah SMS mengagetkan pasangan suami-istri yang sedang
bercinta dalam sebuah kamar. "Pa ada SMS masuk dibaca dulu" kata istrinya yang bangun dan benahi dirinya.
"Iya Ma" kata suaminya yang sebetulnya gak kesal juga ketika hasrat
cintanya sedang tinggi tiba-tiba diganggu oleh SMS yang masuk dalam
HP-nya. Dia pun bangkit dari ranjangnya dan menuju meja tempat HP itu
tergeletak. Lalu membuka pesan masuk tersebut dan membacanya.
"Rido, kamu nih orangnya suka ngasih nomer teleponnya ke teman-temanmu
tanpa konfirm ke aku ya? aku sangat kecewa dan sangat terganggu karena
teman-temanmu yg menghubungi aku sangat tidak sopan dan
m,enggangguku.Tolong jangan lagi kamu kasih no hpku ke teman-temanmu yg
ga bener itu.maaf jika kata-kataku kurang berkenan.Thx" Sri, teman lama
Rido tiba-tiba mengirimkan SMS di malam itu. "Hmhmhm....ngapain sih
anak itu.ganggu orang saja" ikir Rido dalam hatinya. Lalu dia pun
berikan reply atas sms itu. "Mana kutahu no tmnku yg mn?
Maaf kl aku salah. aku ga ngasih no telp km k tmn2ku trus knpa km nuduh
aku? dah deh di-del aza no ku n no telp yg gangguin km.Good night i'll
ml with my wife hehehe....bye..." Rido membalas SMS dari Sri sekalian
me-off kan hp-nya. Lalu kembali dia ke ranjang dimana istinya sudah
menunggu. "Siapa pa? ada apa kok kelihatan kesal?" tanya Ajeng, istri Rido dgn penasaran.
"Ga pa-pa kok ma. Tuh si Sri, mantan pacarku dulu sewaktu kuliah
gangguin aza, fotonya ada profileku di situs***.Mama dah lihat khan?
mungkin dia ngiri kali sama aku yang udah nikah. Rasain sekarang dah
jadi prawan tua" jawab Rido sambil tangannya merengkuh dan memeluk
tubuh istrinya. "Kasihan ya pa si Sri. tapi papa lucu
juga kok ada yang masih perawan, cantik, dan kaya kok milih aku" jawab
istrinya yang juga memeluk suaminya dan merapatkan tubuhnya.Serta
merasakan tangan suaminya yang mulai nakal dan berkeliaran ke tubuh
sensitifnya lalu mengusap-usap dan mengelusnya.
"Istriku aku cinta kamu" tanpa ada basa basi sang
suami pun mencium bibir istrinya dasn istrinya juga menyambutnya.
Mereka bergeliat, mereka tenggelam dalam samudra malam yang seakan tak
berakhir... Bksi, 01 agustus 2008tulisan SMS ini berdasarkan kejadian nyata yang dialami penulis namun ada yg dirubah dikit buat dukung cerita.
sedang nama n kejadian dlm cerita ini fiktif belaka.
"
|
| |
| Login |
| Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name. |
| Article Rating |
Average Score: 5 Votes: 1

|
|
Associated Topics
|
| | |
|
| Download Terbanyak |
| There isn't content right now for this block. |
| Kategori Artikel |
| There isn't content right now for this block. |
| Login |
| Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name. |
| Artikel Terhangat |
| There isn't a Biggest Story for Today, yet. |
|
|