Menu Fordisastra
· Home
· Account Anda
· Arsip Naskah
· AvantGo
· Beritahu Teman
· Content
· Downloads
· Ensiklopedi
· Kirim Naskah
· Saran Anda
· Topics
· Yang Terbanyak

Sedang Membaca Fordisastra
There are currently, 9 guest(s) and 0 member(s) that are online.

You are Anonymous user. You can register for free by clicking here

Cari!



Call Divert


Cerpen
Posted on Thursday, March 11 @ 03:55:54 EST by redaksi

fitrahanugrah writes "Sayup-sayup lagu Mahadewi terdengar dari MP3 player di HP milik Rido. Dia pun terhanyut dalam lirik-lirik yang dibawakan Padi, "Hamparan langit maha sempurna.Bertahta bintang-bintang angkasa.Namun satu bintang yang bersinar teruntai turun menyapaku....". Malam itu Rido sambil tiduran di ranjang kamarnya membayangkan wajah kekasihnya yang jauh di kota seberang. Malam itu Rido sedang menunggu SMS dari kekasihnya, Ajeng. Kekasih yang baru dikenalnya beberapa bulan dari sebuah situs pertemanan di internet. Malam itu Rido sangat merindukan kehadirannya lalu memberinya kata-kata cintanya. Rido mengingat kata-kata cinta dari kekasihnya yang selau fresh dan membuat dia terhanyut untuk memberi balasan lebih lanjut."Oh Mahadewi sudilah turun ke bumiku..."harapnya. "Kling..." bunyi SMS masuk di HPnya. "Oh dari Ajeng." Rido pun membuka pesan inbox. "Siapa yg td angkat telpon?" Kata-kata SMS dari Ajeng terbaca dan dibaca Rido berulang kali. "What's up! Ada apa ini kok sampai Ajeng menulis SMS seperti ini? Apa ga salah?". "Kling..." Belum sempat Rido me-reply SMS itu sebuah SMS dari Ajeng masuk lagi."Siapa perempuan yg memaki aku tadi? kalo mas ga mau ngaku....jgn pernah berharap aku masih mau kenal kamu!"."Hah...What's wrong? Salah apa aku ini? Oh no. Jangan biarkan ini berlanjut." Rido segera bngkit dari ranjangnya lalu mengambil segelas air putih dan meminumnya. Setelah ityu diambilnya sebatang rokok mild dan menyalakannya lalu menghisap dalam-dalam serta mengepulkan asapnya dengan keras. Dia membaca-baca lagi SMS dari kekasihnya,mengulang-ulang,memahami setiap kata sambil berfikir kenapa sampai kekasihnya mengirimkan SMS seperti itu."hmmm...gak ada badai,ga ada mendung,kok tiba-tiba hujan deras? oh..." Segera Rido menuliskan kata-kata untuk membalas SMS dari kekasihnya. "Ada apa dgnmu sayang. Perempuan siapa lagi? Dr td HP masih mas pegang?". SMS balasan pun terkirim ke nomer HP Ajeng. Sedikit lega namun sedikit penasaran,cemas, dan kuatir, begitu mungkin yang ada dalam benak Rido. "Semoga keadaan bisa baik-baik saja" harapnya. "Kriiiiing...Kring......" Nada ringtone HP Rido berbunyi segera dia menghidupkan. "Halo. Sayang ada apa ini?" sapanya sekaligus bertanya. "Tadi suara siapa Mas?" tanya Ajeng menyelidiki di speaker HP Rido. "Suara siapa lagi sayang. Khan ini suaraku sendiri. Emang Ajeng dengar suara apa?" jawab Rido dengan sedikit bingung dan heran dengan pertanyaan Ajeng. "Haaa...sudahlah kalo ga mau ngaku!" Ajeng pun langsung menutup HPnya tanpa beri kesempatan Rido menjawab. "Ajeng...jeng, Ngapain kamu tutup!"Tapi sia-sia Rido berteriak karena pembicaraan ini sudah ditutup sama Ajeng. Rido menghempaskan tubuhnya ke ranjang.Suara derit ranjang kayunya keras terdengar karena beban tubuh Rido yang gemuk. Rido menghempaskan segala kebingungan, kegelisahan yang mendera hatinya. Hanya itu cara yang bisa ia lakukan sambil mencari jawab serta menunggu Ajeng mengirimkan SMS lagi. HPnya ia genggam erat di atas dadanya sementara matanya menerawang ke langit-langit kamrnya sedang tangan sebelahnya masih memegang rokok. "Baru pertama kali aku mendapat peristiwa seperti ini. Apa yang telah kulakukan? Salah apa aku? dan wanita yang di HPku siapa? Masak ada setan nyasar? "pikir Rido. Tiba-tiba dia teringat setting-an HPnya. Segera dia mengotak-atik HPnya, melihat setting panggilan di HPnya dan melihat setting call divert. "Oh ternyata ini setannya. HPku ku-divert ke no HP tanteku. Juga tadi khan layanan jaringan operator di HP-ku sempat hilang? Mungkin sewaktu Ajeng nelpon ke HP-ku setelah ku transfer pulsa tiba-tiba jaringan di HP-ku yang out of date mati. Terus tentu saja ter-divert ke HP tanteku dan tentu saja Ajeng cemburu mendengar suara tanteku. Oh aku menemukan jawabnya". Wajah Rido kembali sumringah n tersenyum. Ia bangun kembali dari ranjangnya dan nelpon ke nomer HP tantenya, tante Indah.
"Bulik (jawa : Tante) tadi ada nggak cewek yang ngebel ke HP bulik?" tanya Rido penasaran. "Iya...Do. Setengah jam yang lalu ada yang ngebel ke HP-ku tapi waktu kutanya kok ga ada jawaban dan posisi HP nya ga mati" jelas tantenya. "Terus bulik?!" tanya Rido yang makin penasaran. "Karena ga jawab juga ya kuomelin aza. Aku bilang, ini orang atau bukan sih. kalo orang pasti jawab, Kok ga jawab-jawab sih. Ganggu aza, gitu omelanku tadi Do" terang tantenya lebih lanjut. "Bulik tahu nggak yang ngebel bulik tadi tuh pacarku dari kota seberang. Dia tadi kirim SMS serta ngebel marah-marah ke aku, katanya ada suara seorang perempuan yang memaki dia di HP-ku" jelasku menerangkan tentang keadaan itu. "Aku ya gak tahu kalo itu pacarmu. Wong dia gak perkenalkan diri. Juga salahmu sendiri kenapa pengalihan (Call Divert) mu kamu aktifkan. Syukur...Rasain loh. Salah kamu sendiri" jawab tante indah sambil tertawa buat mengelak kesalahan dia. "Aduh gimana bulik. Gara-gara bulik aku bisa putus sama pacarku. Bulik khan tahu sendiri aku baru saja berkenalan sama dia dan belum sempat ketemuan sama dia. Kok sudah putus gara-gara ini" jawabku setengah memarahi tanteku. "Hehehe....lucu kamu sama pacarmu. Tuh pacarmu ngapain ga jawab pertanyaanku serta kamu ngapain HP dialihkan ke nomerku...hehehe" sambut bulikku yangf setengah tertawa dari balik speakernya. "Namanya juga wanita, bulik. Tiba-tiba ngebel ke nomer HP lakinya lalu yang menerima seorang wanita ya tentu saja marah dan cemburu. Apalagi bulik berkata seperti itu kepada pacarku tentu saja dia tersinggung" nada bicara Rido mulai turun dan seperti mau menangis. "Ponakanku sayang jangan nangis ya gara-gara tadi....bilang saja ke pacarmu kalo itu tadi bulikmu yang juga pingin kenalan sama pacarmu. BIlangin juga bulikmu minta maaf. Besok pagi kamu main kemari kita ngebel ke HP pacarmu dan jelasin. Gitu aza sayang" ga tahan juga ternyata tante indah mendengar kata-kata dari keponakannya. "Ga semudah itu, bulik...hiks. Dia sudah ngebel dan ngirim SDMS yang mau menyatakan putus sama aku......hiks. Ya sudah, bulik. Yang terjadi biarlah terjadi, apa kata nanti saja. HP-nya saya matikan ya bulik. Selamat malam" Rido pun mematikan HPnya. Dia pun kembali ke ranjangnya dan duduk di pinggirnya. Diambilnya segelas air putih di meja samping ranjangnya dan meminumnya. Lalu dia ambil lagi sebatang rokok dari bungkusnya kembali ia nyalakan lagi, menghisap dalam-dalam lalu mengepulkannya ke atas. Kembali dia membuka pesan-pesan dalam HP-nya. "Aku harus berani menjelaskan siapa perempuan yang ditanya Ajeng serta meminta maaf atas kesalahanku"pikir Rido buat mencari jalan keluar pikirannya yang ruwet. Rido pun mulai menuliskan pesan-pesan dalam HP-nya buat dikirim ke Ajeng, entah dibaca atau tidak apalagi di-del...bodoh amat yang penting aku telah menerangkan, pikirnya pula. "Ajeng, sblmnya maafkan aku.Divert di hp ku kuaktifkan dan terdivert ke no hp tanteku.Perempuan yg td mjwab panggilanmu adlh tanteku.maafin tanteku ya.td jaringannya jg error.Ajeng bgaimana bs dimengerti?" pesan dari hp Rido pun dikirim ke HP Ajeng. "Kling.." suara SMS masuk dalam HP Rido. "Ah sudahlah ribet!Aku ngerasa mkn g kenal kamu.Aku ga akan pernah telpon ato sms kamu lagi.Terserah kamu mau blg aku.....Aku pernah alami kejadian sama" balas ASjeng yang me-reply SMS dari Rido. "Tp itu khan tanteku,bkn cew lain.Dia ga th kalo itu km.km jg ga ngomong k tanteku kalo km pacarku.Besok aku sm tanteku mau ngebel ke kamu.Maafku tanteku yg ngomelin km.jg maafkan aku ya sayang.Tak ada perempuan di hatiku selain kamu" balas rido dalam SMS yang dikirimkan ke Ajeng. "Sia-siakamu n tantemu ngebel ke aku.Ga akan kuangkat aplgi kujwb.Sudahlah jgn ganggu aku lg.Anggap sj aku ga ada n aku anggap ga kenal kamu.Sorry ganggu kamu?Saya slh sambung.Maaf...." balas dia segera. Wow semakin hancur hati Rido, semakin sakit, pedih, dan perih membaca SMS dari kekasihnya. Tubuhnya dihempas ke ranjang dengan keras lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Dia pingin menangis, dia ga tahu harus bagaimana, kejadian semalam yang sekilas membuat dia rapuh dan jatuh. "Haruskah aku menerima kenyataan pahit yang tak pernah ku alami sebelumnya. Secepat itu aku harus berpisah dengan Ajeng hanya gara-gara kejadian sepele. Gara-gara aku aktifkan call divert dan gara-gara jaringan operator mati....oh Tuhan" Rido pun merintih merasakan betapa sakitnya perasaan diputus sama kekasihnya. "Oh My God. What can i do for it? I'm lie, i'm creep, my heart will go on" entah apa yang diomongkan Rido. Rido pun memutar MP3 player di HP nya lagu Padi, "Aku tak bisa luluhkan hatimu dan aku pun tak bisa raih cintamu........". Malam semakin larut, bulan sepertinya sudah capai bersinar terang lagi, dan angin malam sepertinya mengabarkan kabar kegelapan. Malam yang sangat mengiris hati Rido, malam yang sunyi, dan malam yang membuat Rido bertanya tentang adanya cinta yang tersisa untuknya di esok hari. Rido pun semakin tenggelam dalam hiruk-pikuk kesedihan hingga seakan dia tak menemukan jalan kembali, jalan untuk mendapatkan jawaban, dan pencerahan atas badai yang di alaminya. Dia pun mengenang saat pertama kali berkenalan dengannya dari sebuah situs pertemanan di internet. Kemudian berlanjut dengan tukar menukar no HP. Perkenalan yang tak bertepuk sebelah tangan, dan akhirnya Rido pun jadian sama Ajeng. Setelah saling curhat, saling mengatakan kelebihan dan kekurangan masing, setelah mengetahui siapa dirinya masing-masing. Segala kekurangan pada diri Ajeng diterima oleh Rido dan bukan jadi hambatan bagi Rido untuk mencintai dan bersama dia. Rido memang seorang bujangan yang telah lama mendamba cinta dari seorang wanita dan menginginkan sebuah pernikahan untuk menerjemahkan dari cinta itu. Rido dan Ajeng pun berharap mereka dapat menikah kelak bila masalah masing-masing sudah beres. Kata-kata cinta, sayang, kangen, rindu dan kata-kata cinta yang lain selalu menghiasi SMS di HP mereka. Mereka telah di mabuk cinta saat itu dan mereka telah berlayar terlalu jauh di tengah samudra meski saat itu mereka hanya berhubungan via HP dan dunia maya. Walaupun hanya lewat dunia maya dan HP.Mereka pun tak pernah bertemu ataupun kopi darat namun kata-kata dalam pesan di SMS seolah-olah mereka adalah sepasang 'suami-istri'. Seorang sopir angkutan kota yang bertemu dengan aktivis LSM dalam dunia maya, pertemuan yang tak masuk diakal tapi begitulah adanya, begitu mengalir hingga menuju samudra cinta yang teramat luas. Terasa begitu indah cinta mereka hingga terlupakan waktu dan keadaan. "Tuhan, Engkau menjadi saksi antara aku dan dia meskipun kami hanya berhubungan lewat dunia maya. Aku pernah berkata kalau aku cinta sama dia dan akan menikahi dia kalau memang Engkau berkenan serta berjanji takkan selingkuh,berkhianat padanya, tak akan meninggalkan dia. Aku pun bersedia bertanggung jawab buat kehidupan dia, berkorban untuknya, dan berjanji untuk berikan kebahagiaan lahir batin. Aku pun menerima dia apa adanya meskipun dia dulunya adalah seorang *****. Tuhan apakh aku salah? Hingga semua harus berakhir begitu cepat hanya karena sebab yang sepele saja?" rintih Rido di tengah malam ketika dia merenungkan nasibnya yang akan ditinggal Ajeng. "Tuhan maafkan aku bila aku salah telah meretakkan gelas yang kau beri. Aku hanya manusia biasa yang kadang khilaf. Tapi Engkaulah Tuhan yang pemberi maaf dan pemilik cinta kasih. Bilamana kau beri aku kesempatan lagi untuk bersama dia, aku akan perbaiki lagi yang telah repat lalu merawat dan selalu menjaganya hingga saatnya harus kukembalikan lagi padaMu. Bila memang gelas yang retak dan pecah itu pertanda bahwa aku ga layak bersama dia, maka berilah aku gelas yang terbaik niscaya aku rawat kembali gelas itu biar tidak retak seperti gelas yang dulu. Tuhan aku pasrah dan menerima segala keputusan serta kehendakmu terhadapku". Malam mulai menunjukkan kepekatannya, sepi hiruk pikuk tetangga kamar rido sudah tak ada lagi. Tertidur pulas dalam mimpi masing-masing. Namun Rido dalam kamarnya tak bisa pejamkan mata, teruruk sendiri dalam kegalauan, kesedihan dan menanti beribu jawaban agar bisa tidur tenang serta siap menghadapi pagi. Rido mengenggam HP erat-erat seakan-akan hidupnya hanya bertumpu pada HP-nya itu. Sesekali memandang HP-nya dan membaca-baca SMS yang masuk. "Kling..." SMS masuk. Rido terperanjat dan senyum bukan karena bunyi HP itu tapi ternyata Ajeng mengirimkan SMS. "Belum tidur juga nih kekasihku. Lalu mengapa dia kirim SMS kalo dia gak mau lagi kirim pesan atau nelpon. Oh ternyata dia masih...Ah sudahlah ga usah kupikirin biar masih cinta kek atau benci. Biar aza HP-ku dihujani beribu SMS darinya" kata Rido dalam dirinya. "Aku mematung sekian saat. lalu airmata ini tak mampu kucegah. Sakit dan jera kembali teriris. Aku ingin menyesal mengenalmu. Tapi aku sayang kamu. Kubenci rasa sayang itu. Aku hanya menyesali diri. Menyesal saat aku nyatakan sayang padamu. Andai aku lbh tegar dan mampu menahan rasa itu. Maafkan" sebuah SMS dari Ajeng pun dibuka dan dibaca oleh Rido dengan seksama. Dia seperti merasakan apa yang dirasakan oleh Ajeng saat itu. "Aku tlah bersalah. Aku membuat kekasihku menangis...hiks. Maafkan aku sayang". "Pedih n perih kucoba kuatkan hati tuk kembali menyayangi seseorang. Ribuan kali hatiku gamang.Namun kucoba kumenahan.Rupanya diapun tak mau menjaga hati n jiwa itu" semakin terpuruk hati Rido semakin terhempas segala perasaan dan semangatnya. Ingin rasanya Rido berteriak tapi ga enak sama tetangga kamarnya, dia hanya berteriak dalam hatinya yang sudah mulai sunyi ketika kekasihnya mau pergi dari hatinya. "Mengapa ini harus terjadi. Mengapa kau lakukan ini sayang. Aku masih cinta dan sayang padamu. Aku tak ingin kau pergi" teriak Rido dalam kesunyian hatinya ini. "Maafkan. Aku takut. Dan aku ga mau alami lg yg keduakali" SMS kedua dari Ajeng muncul di layar HP Rido. Pedih rasanya hati Rido membaca SMS-SmS dari kekasihnya. Dia merasa bersalah dan dia gak mau kehilangan kekasihnya. Namun semangat Rido telah lunglai, semakin terpuruk. Dia mencoba bangkit dari ranjangnya meraih segelas air di meja samping ranjangnya. Lalu seperti biasa dia mengambil sebatang rokok mild, dinyalakan, dihisap dalam-dalam lalu ia mengepulkan. Terasa cepat dia merokok begitulah Rido bila menghadapi masalah yang sulit terpecahkan...mencari ide,jawaban, dan inspirasi dalam hisapan rokoknya, pada asap rokok yang melayang-layang di udara "Memang aku terpisah jarak n keadaan dgn kamu.Dan aku dpt rasakan hancur n sakitnya ht mu menerima kejadian itu. Wanita yg sdh serahkan segala cinta n dirinya k pada seorang lelaki kemudian tiba-tiba ada seorang wanita lain. Tp itu khan hanya tanteku bukan orang lain..kenapa engkau bisa marah dan emosi bgt? n ini gara2 call divert kuaktifkan serta gr2 jaringannya mati....Kenapa kau bisa marah, mbenciku, n menyatakan akan meninggalkan aku" Tulis Rido dalam pesan balasan kepada Ajeng. "Aku ga butuh pngertian n penjlsanmu.sdh jelas bagiku" Ajeng pun membalas SMS dari Rido. " "Maafkan aku" mungkin itu kt terakhir dariku sblum kau tinggalkan aku.Cukup kau tahu rasa sayang n cinta d hati ini padamu masih ada.Meski kau menafikan kini.Smua trserah km.Yg penting sblum kau pergi, aku tlah mohon maaf padamu."Maafkan aku" itu kata terakhir dariku di mlm ini" Rido pun akhirnya memutuskan sesuatu. Dia sudah siap bilamana malam ini atau esok hari kekasihnya, Ajeng meninggalkan dirinya.Hingga dengan setengah emosional dia pun mengirimkan SMS kepada Ajeng, mungkin ini SMS terakhir, pikirnya.
"Sejak mula kukatakan padamu bahwa aku masih dan semakin rapuh krn banyak hal yg kualami.Tak kusalahkan kamu atas apapun. Akulah yang salah dan lemah...." Ajeng pun membalas SMS-nya. "Maksudmu. Aku cm ngomong "Maafkan aku" itu kt terkhir dariku.Slanjutnya terserah kamu apakah mau mnerima aku kembali di hatimu atau membuang aku n aku kembali seperti dulu sebelum mengenalmu" Rido semakin bingun dengan jawaban SMS dari ajeng. "Hmhmhm....apasih maksud Ajeng?" pikirnya. "Sudah kukatakan aku tak menyalahkan kamu.Aku hanya tak ingin sakit lagi.Dan sekarang ditambah lagi mampukah aku hadapi keluarga besarmu.Sebelumnya aku gaga!!" "Maksudmu apa? aku *****a bilang"maafkan aku" kok arahna ke kelga besarku?" tanya Rido dalam SMS yang terkirim ke Ajeng. Semakin bingung saja Rido dibuat dengan SMS dari Ajeng. "Maksudku jk benar itu tantemu. Aku takkan sanggup menghadapi. Hubunganku dgn keluarga mantan suamiku saja sgt buruk.Akulah yg mungkin bermasalah" jawab Ajeng yang menjelaskan kebingungan pikiran Rido. "Ajeng tanteku yg td ga ada hub darah dgnku n bkn bagian klga bsrku.Dia kuanggap 'orangtua' selama aku bekerja n tinggal d kota ini.Aku jg sdh bercerita ttg kamu pd tanteku sblmnya n dia oke2 sj malah pingin aku cpt nglamar n nikah dgn kamu.Td mlm dia gak tahu kl yg ngebel km n dia kesal kok nelon ga dibalas2.Krna kesal dia ngomel n maki2 orang yg ditelpon itu.Coba kamu jelaskan siapa dirimu n cari siapa?" kembali Rido jelaskan lagi duduk persoalan kejadian itukepada Ajeng untuk kesekian kali buat meluluhkan hati Ajeng. "Ajeng smuanya krn kesalahpahaman sj dan emosi sesaat yg kuasai hati kita.Tak ada yg salah kamu,aku,n tanteku jg."Maafkan aku" mas brjanji akan non aktifkan calldivertnya, kurasa dah ganggu mas.Td ibuku ngebel juga beralih ke telp tanteku n ibuku n tanteku dah ngerti kok kalo itu call divert. km dah ngerti penjelasan ini? Bgaimana masih mau memaafkan aku?" entah kenapa tiba-tiba Rido seperti punya keberanian untuk jelaskan perkaranya kepada Ajeng. Ajeng pun sepertinya tak bisa membalas hanya menunggu dan berfikir apa SMS selanjutnya. "Ajeng ssungguhnya aku masih cintai n sayang kamu.Aku pun slalu rindukan kamu n mnerima dirimu apa adanya.Sprti janjiku aku takkan tinggalkan kamu apalgi selingkuh,mendua,atau berkhianat.Tak ada dlm pikiran mas. Kamu tahu yg ada dlm fokus hidup mas adlh menikah dgnmu,memikirkan bgaimana caranya bs menikah dgnmu,hidup bersama n bhgia sperti yg mas katakan sblmnya. tp skrg kamu mau tinggalkan aku, putuskan aku n mau buang aku dari hatimu. It's ok.semua keptsan terserah kamu.Kamu brhak putuskan kok" akhirnya Rido berhasil mendapatkan kembali kekuatan untuk memberikan sikap kepada Ajeng. Rido gak mau terlarut-larut dengan keadaan seperti ini apalagi malam menginjak pagi. Dia pun harus kerja esok harinya. "Ajeng kutunggu keputusanmu malam ini atau paling lambat esok hari. "Apakah aku selalu ada dlm hatimu untuk saat ini dan saat selanjutnya? Apakah engkau masih mecintai, menyayangi, n menerima aku ?" kutunggu jwbanmu malam ini n pling lambat esok pagi. Bila kau diam n tak menjawab berarti kau putuskan tuk tinggalkan aku. Aku pun akan pergi dr mu biarlah aku cari hati yg lain.Aku akan lupakan kamu,hapus ingatan ttgmu dr pikiranmu,anggap aku tak ada n aku anggap kamu jg tak ada.ok kutunggu jawabanmu" SMS terakhir dari Rido mungkin karena dia sudah mulai lelah buat memikirkan kejadian ini. Rido hanya ingin keputusan pasti dari Ajeng. "Yang terjadi biarlah terjadi dan esok aku harus kerja lagi" kata Rido dalam hati lalu dia pun mencoba untuk pejamkan mata dan tidur, namun dia masih hidupkan HP-nya sambil di-charge. "Kling..." SMS dari Ajeng masuk dan dengan setengah mata terpejam Rido membaca SMS itu. "Iya" Ajeng hanya menuliskan pesan teramat pendek untuk menjawab pertanyaan Rido.rido seakan ga percaya lalu membuka keduamatanya dan tersenyum bahagia. "Terima kasih kau telah membuat keputusan.Dan keputusan ini kupegang terus. Skr dah malam kita tidur ya..esok hari kita berbuat yg lebih baik dr hr ini.Selamat malam" Rido me-reply SMS dari Ajeng dengan perasaan berbunga-bunga. "Selamat malam. Aku kangen cintamu..." ternyata Ajeng juga membalas SMS dari Rido. Tapi Rido sudah tertidur dalam mimpinya. Mungkin bermimpi bersama Ajeng di tempat terindah. ************************************* Satu tahun kemudian di dalam sebuah rumah di pinggiran kota B. "Kling..." sebuah SMS mengagetkan pasangan suami-istri yang sedang bercinta dalam sebuah kamar. "Pa ada SMS masuk dibaca dulu" kata istrinya yang bangun dan benahi dirinya. "Iya Ma" kata suaminya yang sebetulnya gak kesal juga ketika hasrat cintanya sedang tinggi tiba-tiba diganggu oleh SMS yang masuk dalam HP-nya. Dia pun bangkit dari ranjangnya dan menuju meja tempat HP itu tergeletak. Lalu membuka pesan masuk tersebut dan membacanya. "Rido, kamu nih orangnya suka ngasih nomer teleponnya ke teman-temanmu tanpa konfirm ke aku ya? aku sangat kecewa dan sangat terganggu karena teman-temanmu yg menghubungi aku sangat tidak sopan dan m,enggangguku.Tolong jangan lagi kamu kasih no hpku ke teman-temanmu yg ga bener itu.maaf jika kata-kataku kurang berkenan.Thx" Sri, teman lama Rido tiba-tiba mengirimkan SMS di malam itu. "Hmhmhm....ngapain sih anak itu.ganggu orang saja" ikir Rido dalam hatinya. Lalu dia pun berikan reply atas sms itu. "Mana kutahu no tmnku yg mn? Maaf kl aku salah. aku ga ngasih no telp km k tmn2ku trus knpa km nuduh aku? dah deh di-del aza no ku n no telp yg gangguin km.Good night i'll ml with my wife hehehe....bye..." Rido membalas SMS dari Sri sekalian me-off kan hp-nya. Lalu kembali dia ke ranjang dimana istinya sudah menunggu. "Siapa pa? ada apa kok kelihatan kesal?" tanya Ajeng, istri Rido dgn penasaran. "Ga pa-pa kok ma. Tuh si Sri, mantan pacarku dulu sewaktu kuliah gangguin aza, fotonya ada profileku di situs***.Mama dah lihat khan? mungkin dia ngiri kali sama aku yang udah nikah. Rasain sekarang dah jadi prawan tua" jawab Rido sambil tangannya merengkuh dan memeluk tubuh istrinya. "Kasihan ya pa si Sri. tapi papa lucu juga kok ada yang masih perawan, cantik, dan kaya kok milih aku" jawab istrinya yang juga memeluk suaminya dan merapatkan tubuhnya.Serta merasakan tangan suaminya yang mulai nakal dan berkeliaran ke tubuh sensitifnya lalu mengusap-usap dan mengelusnya.
"Istriku aku cinta kamu" tanpa ada basa basi sang suami pun mencium bibir istrinya dasn istrinya juga menyambutnya. Mereka bergeliat, mereka tenggelam dalam samudra malam yang seakan tak berakhir... Bksi, 01 agustus 2008tulisan SMS ini berdasarkan kejadian nyata yang dialami penulis namun ada yg dirubah dikit buat dukung cerita.
sedang nama n kejadian dlm cerita ini fiktif belaka.


"


 
Login
Nickname

Password

Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name.

Related Links
· More about Cerpen
· News by redaksi


Most read story about Cerpen:
Puisi Cinta Untuk Yuyun


Article Rating
Average Score: 5
Votes: 1


Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad


Options

 Printer Friendly Printer Friendly


Associated Topics

Cerpen

Download Terbanyak
There isn't content right now for this block.

Tajuk Serta Merta

Cerita Bersambung
[ Cerita Bersambung ]

·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 7)
·Kamarku Mati Lampu: Transaksi Cinta (Bagian 1)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 6)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 5)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 4)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 3)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung (Bagian 2)
·Kamarku Mati Lampu: Mahasiswa, Uang dan Politik Kampung
·Tangan Setan

Kategori Artikel
There isn't content right now for this block.

Login
Nickname

Password

Don't have an account yet? You can create one. As a registered user you have some advantages like theme manager, comments configuration and post comments with your name.

Artikel Terhangat
There isn't a Biggest Story for Today, yet.

Artikel Terdahulu
Monday, July 12
· NEGERI SEKOLTUT
· dua sajak perjalanan
· mereka bilang saya gila
Wednesday, May 26
· tentang : lumpur
· yang tercecer di karimunjawa
· kemana tak ada siapa
Saturday, May 22
· LIMA SAJAK SEBELUM TIDUR
· PUISI KEPADA KEMATIAN
· Kwatrin Tasbih
Monday, May 10
· Perempuan Kecil

Older Articles

Ensiklopedia
· Sastrawan Indonesia



Hak Cipta pada Penulis, jika anda akan mengutip silakan hubungi penulisnya dan menyebutkan sumber: fordisastra.com
PHP-Nuke Copyright © 2005 by Francisco Burzi. This is free software, and you may redistribute it under the GPL. PHP-Nuke comes with absolutely no warranty, for details, see the license.
Page Generation: 0.19 Seconds