dagingmu oh daging merah muda atau merah jambu
tulang iga yang menawan penuh kemudaan
menggerayang memabokkan pada kesedihan
seperti payudara yang besar akibat silikon
atau wajah berminyak dari sebuah salon
tapi tidak untuk rambutmu yang hitam kaubiarkan
memanjang menyentuh kerawananku
atas sangsiku pada kerinduan yang menumpuk
di dalam koper seng bersama daging ikan segar
dari hijau sungai yang berebut saos sambal
dagingmu oh daging biru laut atau hijau daratan
tulang rusuk yang memikatku dengan kesepian luka
yang dengan kelembutan minta diluruskan karena patah
tak berjarak dengan musibah
seperti anak merpati yang jatuh dari sarang
lalu seekor kucing bermata kuning menyantapnya
dengan sedikit garam serta lada hitam
yang dicurinya lewat pintu dapur yang terbuka
dagingmu oh serupa daging babi atau kelinci
di dalam almari es yang coba kuledakkan dengan batang korek api
di musim hujan kali ini
kucing betina
sebutir
bola karet
membelah udara
melesat
bawah
rok
minimu
bergambar
kuning
bunga
sepatu
“ Srettt!!!”
puisi untuk Betty
karena bunga bukanlah segalanya
akar yang menjalari serat dagingmu
membuat tunas baru pada ranting dahan
untuk segala udara yang menyesaki jantungmu
untuk sepatu bot yang kaupakai selepas hujan pagi tadi
daundaun yang berwarna hijau menua
menjelma kantung mata tapi bukan untuk hidungmu
atau ciuman panjangku untukmu ketika lelap tertidur
ketika kuncup bunga bermekaran
lalu terpelanting di kursi taman bersama usia
meninggalkan benih tepat di ulu hatimu!